Skip to Content
Loading...
Admin
Admin
Online
Halo 👋
Ada yang bisa dibantu?

7 Jurus BK Hebat Kemendikdasmen: Panduan Lengkap Bimbingan dan Konseling untuk Guru

Mengenal 7 Jurus BK Hebat Kemendikdasmen: Kenali Potensi, Kelola Emosi, Resiliensi, Koneksi, Kolaborasi, dan penerapannya di sekolah.

sdn4cirahab.sch.id - 7 Jurus BK Hebat menjadi salah satu program pengembangan kompetensi guru yang diperkenalkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) pada tahun 2025. Program ini dirancang untuk memperkuat kemampuan guru dalam memberikan pendampingan kepada murid, terutama dalam aspek karakter, perkembangan pribadi, sosial, belajar, dan karier.

Bimbingan dan konseling di sekolah tidak hanya berkaitan dengan murid yang sedang menghadapi masalah. Lebih dari itu, layanan BK dapat menjadi bagian dari proses pendidikan yang membantu setiap peserta didik mengenali potensi, mengembangkan kemampuan, mengelola emosi, menghadapi tantangan, membangun hubungan sosial, dan mempersiapkan masa depan.

Melalui 7 Jurus BK Hebat, guru mendapatkan kerangka pendekatan yang terdiri atas tujuh kemampuan utama, yaitu Kenali Potensi, Kelola Emosi, Tumbuhkan Resiliensi, Jaga Konsistensi, Jalin Koneksi, Bangun Kolaborasi, dan Menata Situasi. Ketujuh jurus tersebut menjadi inti program peningkatan kompetensi guru yang dikembangkan Kemendikdasmen. (GTK Dikmenkes)

Program ini juga menekankan pentingnya menciptakan suasana sekolah yang aman, nyaman, dan menggembirakan sehingga murid dapat berkembang secara lebih optimal.

Apa Itu 7 Jurus BK Hebat?

7 Jurus BK Hebat merupakan pendekatan yang dikembangkan dalam program peningkatan kompetensi guru bidang bimbingan dan konseling. Program ini diperkenalkan Kemendikdasmen pada tahun 2025 sebagai bagian dari upaya memperkuat peran guru dalam mendampingi perkembangan murid.

Konsep tersebut dirancang agar guru tidak hanya berfokus pada penyelesaian masalah ketika masalah sudah muncul. Guru juga diharapkan mampu melakukan pendampingan yang bersifat preventif dan pengembangan.

Laman resmi Direktorat Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus menjelaskan bahwa tujuan program adalah meningkatkan kompetensi guru dalam pembinaan karakter positif serta pengembangan pribadi, sosial, belajar, dan karier murid melalui pendekatan bimbingan dan konseling. Pendekatan tersebut diharapkan dapat berlangsung secara menyeluruh dan berkelanjutan. (GTK Dikmenkes)

Dengan demikian, BK dapat menjadi bagian yang terintegrasi dalam kehidupan sekolah.

Tujuan Program 7 Jurus BK Hebat

Tujuan utama program 7 Jurus BK Hebat adalah meningkatkan kemampuan guru dalam mendampingi murid secara menyeluruh.

Pendampingan tersebut mencakup berbagai aspek perkembangan. Murid tidak hanya membutuhkan dukungan untuk meningkatkan prestasi akademik, tetapi juga membutuhkan lingkungan yang membantu mereka memahami diri, mengelola emosi, membangun hubungan yang sehat, dan menghadapi berbagai tantangan.

Kemendikdasmen menempatkan program ini dalam kerangka penciptaan pendidikan bermutu untuk semua. Layanan pembelajaran yang bernuansa bimbingan dan konseling diarahkan agar dapat mendukung perkembangan murid secara berkelanjutan. (GTK Dikmenkes)

Tujuan tersebut dapat diterjemahkan ke dalam beberapa kebutuhan penting di sekolah, antara lain:

  • membantu murid mengenali potensi dirinya;

  • mendukung perkembangan minat dan bakat;

  • membantu murid mengelola emosi;

  • membangun kemampuan menghadapi tekanan dan tantangan;

  • menumbuhkan karakter positif;

  • menciptakan komunikasi yang empatik;

  • memperkuat hubungan sekolah dengan keluarga;

  • membangun kolaborasi dengan berbagai pihak; dan

  • menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan menggembirakan.

7 Jurus BK Hebat dan Penjelasannya

1. Kenali Potensi

Jurus pertama adalah Kenali Potensi.

Setiap murid memiliki karakteristik, minat, bakat, kemampuan, dan kebutuhan yang berbeda. Karena itu, guru perlu memahami peserta didik secara lebih mendalam agar pendampingan yang diberikan sesuai dengan kondisi mereka.

Mengenali potensi bukan berarti memberikan label kepada murid berdasarkan satu hasil tes. Sebaliknya, proses tersebut membutuhkan pengamatan dan pemahaman terhadap berbagai aspek perkembangan peserta didik.

Dalam capaian program, guru diharapkan mampu membantu murid mengeksplorasi potensi, minat, dan bakat melalui teknik asesmen psikologis. (GTK Dikmenkes)

Penerapannya dapat dilakukan melalui berbagai kegiatan. Guru dapat mengamati kecenderungan murid dalam pembelajaran, memberikan kesempatan untuk mencoba berbagai aktivitas, melakukan percakapan personal, serta menggunakan instrumen asesmen yang sesuai.

Dengan mengenali potensi sejak dini, murid dapat memperoleh pendampingan yang lebih tepat.

Misalnya, seorang murid mungkin tidak terlalu menonjol dalam mata pelajaran tertentu, tetapi memiliki kemampuan komunikasi yang baik. Murid lainnya mungkin memiliki kemampuan logika yang kuat, sedangkan peserta didik lain mempunyai minat tinggi terhadap seni, olahraga, teknologi, atau kegiatan sosial.

Perbedaan tersebut merupakan bagian dari keberagaman potensi peserta didik.

2. Kelola Emosi

Jurus kedua adalah Kelola Emosi.

Emosi menjadi bagian penting dalam kehidupan murid. Dalam kegiatan sehari-hari, peserta didik dapat mengalami berbagai perasaan seperti senang, sedih, kecewa, marah, takut, cemas, atau tertekan.

Kemampuan mengenali dan mengelola emosi diperlukan agar murid dapat menghadapi berbagai situasi dengan cara yang lebih sehat.

Kemendikdasmen mencantumkan kemampuan guru dalam memberikan bimbingan langsung di kelas untuk membantu murid mengelola emosi dan stres akademik sebagai salah satu capaian program. (GTK Dikmenkes)

Dalam praktiknya, guru dapat mengajarkan murid mengenali perasaan yang sedang dialami. Guru juga dapat memberikan ruang kepada peserta didik untuk menyampaikan perasaan dan membantu mereka mencari cara yang tepat untuk menghadapi situasi tersebut.

Pengelolaan emosi bukan berarti meminta murid untuk selalu menahan perasaan. Yang lebih penting adalah membantu mereka memahami apa yang dirasakan dan memilih respons yang tepat.

Pendekatan ini dapat diterapkan dalam pembelajaran maupun kegiatan bimbingan.

3. Tumbuhkan Resiliensi

Jurus ketiga adalah Tumbuhkan Resiliensi.

Resiliensi berkaitan dengan kemampuan seseorang untuk menghadapi tantangan, beradaptasi terhadap keadaan, dan terus berkembang ketika menghadapi kesulitan.

Murid dapat menghadapi berbagai tantangan selama menjalani pendidikan. Kesulitan memahami pelajaran, hasil belajar yang belum sesuai harapan, konflik dengan teman, kegagalan dalam perlombaan, atau perubahan lingkungan dapat menjadi pengalaman yang membutuhkan kemampuan beradaptasi.

Karena itu, guru perlu membantu murid memahami bahwa kesulitan merupakan bagian dari proses perkembangan.

Dalam capaian program 7 Jurus BK Hebat, guru diharapkan mampu membantu murid membentuk growth mindset yang dapat menumbuhkan resiliensi sehingga murid berkembang dalam aspek pribadi, sosial, akademik, dan karier. (GTK Dikmenkes)

Growth mindset membantu murid melihat kemampuan sebagai sesuatu yang dapat dikembangkan melalui proses belajar, latihan, dan pengalaman.

Guru dapat memberikan penguatan terhadap usaha dan proses yang dilakukan murid, bukan hanya melihat hasil akhirnya.

4. Jaga Konsistensi

Jurus keempat adalah Jaga Konsistensi.

Perkembangan karakter dan kebiasaan positif membutuhkan proses yang berkelanjutan. Satu kali kegiatan belum tentu menghasilkan perubahan yang bertahan lama.

Karena itu, guru perlu menjaga konsistensi dalam memberikan pendampingan dan pembiasaan.

Konsistensi dapat diterapkan melalui rutinitas sederhana di sekolah. Misalnya, membiasakan murid bertanggung jawab terhadap tugas, menjaga kebersihan, menghargai teman, disiplin, menyampaikan pendapat dengan santun, serta menyelesaikan tanggung jawab.

Kebiasaan yang dilakukan secara konsisten dapat menjadi bagian dari budaya sekolah.

Program 7 Jurus BK Hebat juga menempatkan pembiasaan karakter positif berdasarkan nilai-nilai agama dan budaya bangsa sebagai salah satu capaian kompetensi guru. (GTK Dikmenkes)

Artinya, penguatan karakter tidak cukup hanya melalui penyampaian teori. Murid perlu memperoleh kesempatan untuk mempraktikkan nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

5. Jalin Koneksi

Jurus kelima adalah Jalin Koneksi.

Hubungan yang positif antara guru dan murid dapat menjadi dasar penting dalam proses pendampingan.

Murid akan lebih mudah menyampaikan pengalaman atau kesulitan apabila mereka merasa didengarkan dan dihargai.

Karena itu, komunikasi guru dengan murid perlu dibangun dengan pendekatan yang empatik.

Dalam program 7 Jurus BK Hebat, guru diharapkan mampu menjalin koneksi dan melakukan komunikasi empatik sebagai bentuk dukungan awal sesuai kebutuhan psikososial murid. (GTK Dikmenkes)

Komunikasi empatik tidak selalu membutuhkan percakapan panjang. Terkadang, perhatian sederhana dari guru dapat memberikan dampak positif bagi murid.

Mendengarkan tanpa langsung menghakimi, memberikan kesempatan untuk berbicara, serta menunjukkan perhatian dapat membantu membangun hubungan yang lebih positif.

Koneksi yang baik juga membantu guru memahami perubahan perilaku murid.

6. Bangun Kolaborasi

Jurus keenam adalah Bangun Kolaborasi.

Perkembangan murid merupakan tanggung jawab bersama. Sekolah tidak dapat bekerja sendirian karena kehidupan peserta didik juga dipengaruhi oleh keluarga, lingkungan sosial, masyarakat, dan berbagai pihak lainnya.

Oleh karena itu, kolaborasi menjadi bagian penting dalam penguatan bimbingan dan konseling.

Dalam capaian program, guru diharapkan mampu menjadi penghubung partisipasi antara keluarga, sekolah, masyarakat, media, dan berbagai pihak untuk mendukung bimbingan karakter serta pengembangan potensi murid. (GTK Dikmenkes)

Kolaborasi dapat dilakukan dalam berbagai bentuk.

Sekolah dapat membangun komunikasi yang baik dengan orang tua. Guru dapat berdiskusi dengan wali kelas atau guru mata pelajaran lainnya. Dalam situasi tertentu, sekolah juga dapat berkoordinasi dengan pihak yang relevan sesuai kebutuhan peserta didik.

Dengan kolaborasi, informasi dan dukungan terhadap murid dapat menjadi lebih menyeluruh.

7. Menata Situasi

Jurus ketujuh adalah Menata Situasi.

Lingkungan sekolah memiliki peran penting dalam perkembangan peserta didik.

Sekolah yang memberikan rasa aman dan nyaman dapat membantu murid mengikuti pembelajaran dengan lebih baik. Sebaliknya, lingkungan yang tidak mendukung dapat memengaruhi pengalaman belajar dan hubungan sosial peserta didik.

Karena itu, guru perlu memahami bagaimana menciptakan suasana yang mendukung perkembangan murid.

Kemendikdasmen menetapkan kemampuan mengoptimalkan peran seluruh ekosistem sekolah untuk menciptakan iklim sekolah yang aman, nyaman, dan menggembirakan sebagai salah satu capaian program. (GTK Dikmenkes)

Menata situasi tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik sekolah. Hal tersebut juga mencakup hubungan antarmurid, komunikasi guru, budaya sekolah, pola interaksi, dan berbagai kebiasaan yang berkembang di lingkungan pendidikan.

Capaian Kompetensi Guru dalam Program 7 Jurus BK Hebat

Program ini memiliki sejumlah capaian kompetensi yang diharapkan dapat dikuasai guru.

Berdasarkan laman resmi program, guru diharapkan mampu membantu murid mengeksplorasi potensi, minat, dan bakat; membantu mengelola emosi dan stres akademik; membangun growth mindset dan resiliensi; menumbuhkan karakter positif; menjalin komunikasi empatik; membangun hubungan dengan berbagai pihak; serta mengoptimalkan ekosistem sekolah. (GTK Dikmenkes)

Capaian tersebut menunjukkan bahwa kompetensi bimbingan dan konseling tidak hanya berkaitan dengan penyelesaian masalah.

Guru juga memiliki peran dalam mendukung perkembangan murid sejak awal.

Mengapa Guru Perlu Memahami 7 Jurus BK Hebat?

Salah satu alasan pentingnya pemahaman terhadap 7 Jurus BK Hebat adalah karena guru berinteraksi langsung dengan murid dalam kehidupan sekolah.

Guru kelas, guru mata pelajaran, maupun guru BK dapat menemukan berbagai situasi yang berkaitan dengan perkembangan peserta didik.

Pemahaman terhadap prinsip dasar bimbingan dan konseling dapat membantu guru memberikan respons awal yang lebih tepat.

Program ini juga tidak hanya ditujukan pada perspektif penanganan masalah. Informasi resmi Kemendikdasmen menyebutkan bahwa modul 7 Jurus BK Hebat dibuat dengan bahasa yang sederhana dan aplikatif agar dapat dipahami oleh berbagai jenis guru, bukan hanya guru BK. (GTK Dikmenkes)

Dengan demikian, penguatan kompetensi BK dapat menjadi bagian dari budaya pendidikan di sekolah.

7 Jurus BK Hebat untuk Guru BK

Guru BK memiliki posisi yang sangat penting dalam penerapan program ini.

Guru BK dapat menggunakan pendekatan 7 Jurus BK Hebat dalam memberikan pendampingan kepada murid, baik melalui layanan individual maupun kegiatan yang melibatkan kelompok atau kelas.

Guru BK juga dapat membantu guru lainnya memahami kebutuhan peserta didik sehingga pendekatan pendampingan dapat dilakukan secara bersama.

Pada Juni 2025, Kemendikdasmen meluncurkan program pengembangan kompetensi BK dalam bentuk Bimbingan Teknis Fasilitator Nasional. Kegiatan tersebut ditujukan untuk memperkuat peran guru BK dalam mendukung prestasi dan jati diri peserta didik. (GTK Dikmenkes)

Dalam kegiatan tersebut, Kemendikdasmen memperkenalkan tujuh jurus yang menjadi bagian penting dari penguatan kompetensi guru.

7 Jurus BK Hebat untuk Guru Kelas dan Guru Mata Pelajaran

Meskipun istilah bimbingan dan konseling sering dikaitkan dengan guru BK, kebutuhan pendampingan murid sebenarnya hadir dalam berbagai aktivitas sekolah.

Guru kelas dan guru mata pelajaran juga berinteraksi dengan peserta didik setiap hari.

Pemahaman terhadap prinsip dasar seperti mengenali potensi, mengelola emosi, membangun resiliensi, dan komunikasi empatik dapat membantu guru dalam menjalankan proses pembelajaran.

Guru tidak harus menggantikan tugas profesional guru BK. Sebaliknya, pemahaman tersebut dapat membantu guru memberikan dukungan awal dan melakukan koordinasi ketika peserta didik membutuhkan pendampingan lebih lanjut.

Peran Orang Tua dalam Mendukung 7 Jurus BK Hebat

Keberhasilan pendampingan murid tidak hanya ditentukan oleh sekolah.

Keluarga juga memiliki peran penting dalam memberikan dukungan kepada anak.

Komunikasi antara orang tua dan sekolah dapat membantu menciptakan kesinambungan dalam proses pendampingan. Nilai-nilai positif yang dibangun di sekolah akan lebih mudah berkembang apabila mendapatkan dukungan di lingkungan keluarga.

Orang tua dapat membantu anak mengenali minat dan bakatnya, memberikan ruang untuk bercerita, mendukung proses belajar, dan membantu anak menghadapi berbagai tantangan.

Kolaborasi tersebut sejalan dengan salah satu unsur penting dalam 7 Jurus BK Hebat, yaitu membangun hubungan dan partisipasi antara keluarga, sekolah, masyarakat, serta pihak lainnya. (GTK Dikmenkes)

Penerapan 7 Jurus BK Hebat di Sekolah

Penerapan 7 Jurus BK Hebat dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing satuan pendidikan.

Sekolah dapat memulainya melalui kegiatan sederhana.

Contohnya, sekolah dapat membuat kegiatan pengenalan minat dan bakat, pembiasaan karakter, refleksi pembelajaran, kegiatan komunikasi positif, diskusi kelompok, atau program kolaborasi dengan orang tua.

Guru juga dapat mengintegrasikan unsur bimbingan dalam kegiatan pembelajaran.

Misalnya, setelah menyelesaikan tugas, guru dapat mengajak murid melakukan refleksi mengenai kesulitan yang dihadapi dan strategi yang digunakan untuk menyelesaikannya.

Kegiatan sederhana seperti itu dapat membantu murid belajar mengenali proses perkembangan dirinya.

Materi dan Modul 7 Jurus BK Hebat

Direktorat Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus menyediakan bagian Materi pada laman resmi program. Di dalamnya terdapat Modul 7 Jurus BK Hebat dan materi pendukung yang berkaitan dengan program. (GTK Dikmenkes)

Keberadaan modul tersebut dapat membantu guru mempelajari konsep program secara lebih terstruktur.

Guru yang ingin memperoleh informasi langsung dari sumber pemerintah dapat mengakses halaman resmi 7 Jurus BK Hebat.

Sumber resmi program:

7 Jurus BK Hebat – Direktorat Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus

Pengembangan Kompetensi Guru melalui Pelatihan

Penguatan kompetensi guru melalui program BK dilakukan secara bertahap.

Pada 2025, Kemendikdasmen menyelenggarakan Bimbingan Teknis Fasilitator Nasional Program Pengembangan Kompetensi BK. Kegiatan tahap pertama pada Juni 2025 diikuti oleh 319 peserta yang terdiri atas guru BK serta dosen dan praktisi dari sejumlah provinsi. Peserta kemudian diarahkan untuk berperan sebagai fasilitator dalam penyebarluasan kompetensi kepada guru lainnya. (GTK Dikmenkes)

Dalam perkembangan berikutnya, Kemendikdasmen juga melaporkan pelatihan fasilitator nasional dan daerah untuk mendukung pengimbasan program 7 Jurus BK Hebat.

Pada November 2025, Direktorat Guru PMPK melaporkan terdapat 1.200 fasilitator nasional dan 18.000 fasilitator daerah. Data yang sama menyebutkan bahwa hingga Oktober 2025 sebanyak 18.166 guru BK telah mengikuti pelatihan program BK Kemendikdasmen. (GTK Dikmenkes)

Angka tersebut merupakan data yang dilaporkan pemerintah pada periode tersebut dan bukan angka terkini untuk 2026.

Dampak yang Diharapkan dari Program 7 Jurus BK Hebat

Program 7 Jurus BK Hebat diarahkan untuk memperkuat kualitas pendampingan murid.

Jika diterapkan secara konsisten, pendekatan tersebut dapat membantu sekolah membangun budaya yang lebih memperhatikan perkembangan peserta didik secara menyeluruh.

Murid diharapkan mendapatkan kesempatan untuk:

  • mengenali potensi dirinya;

  • memahami minat dan bakat;

  • mengembangkan pola pikir bertumbuh;

  • mengelola emosi;

  • menghadapi tantangan;

  • membangun hubungan sosial yang positif;

  • mengembangkan karakter; dan

  • mempersiapkan perkembangan akademik serta karier.

Namun, penerapan program tentu membutuhkan penyesuaian dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing sekolah.

BK Bukan Hanya untuk Murid Bermasalah

Pemahaman bahwa guru BK hanya menangani murid yang bermasalah perlu diperluas.

Dalam penguatan program BK, Kemendikdasmen menekankan peran guru BK sebagai pendamping yang membantu perkembangan murid. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti dalam kegiatan pengembangan kompetensi BK pada Juni 2025 menyampaikan bahwa guru BK diharapkan tidak hanya menjadi tempat bagi peserta didik yang bermasalah, tetapi juga berperan dalam pendampingan dan pengembangan potensi mereka. (GTK Dikmenkes)

Pandangan tersebut memperlihatkan bahwa layanan BK mempunyai fungsi yang lebih luas.

Guru BK dapat membantu murid yang sedang menghadapi kesulitan, tetapi pada saat yang sama juga dapat mendampingi murid dalam mengembangkan potensi dan merencanakan masa depan.

Hubungan 7 Jurus BK Hebat dengan Pendidikan Karakter

Pendidikan karakter merupakan bagian penting dari perkembangan peserta didik.

Karakter tidak terbentuk hanya melalui teori. Murid membutuhkan pembiasaan, keteladanan, pengalaman, komunikasi, dan lingkungan yang mendukung.

Hal tersebut tercermin dalam salah satu capaian 7 Jurus BK Hebat, yaitu kemampuan guru menumbuhkan pembiasaan karakter positif berdasarkan nilai-nilai agama dan budaya bangsa. (GTK Dikmenkes)

Karena itu, penerapan BK dapat berjalan berdampingan dengan berbagai program pendidikan karakter di sekolah.

Guru dapat membantu murid memahami nilai yang dipelajari sekaligus memberikan kesempatan untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Membangun Sekolah yang Aman, Nyaman, dan Menggembirakan

Salah satu tujuan yang ditekankan dalam program 7 Jurus BK Hebat adalah terciptanya suasana sekolah yang aman, nyaman, dan menggembirakan.

Lingkungan sekolah yang positif membutuhkan keterlibatan berbagai unsur.

Guru, kepala sekolah, tenaga kependidikan, murid, orang tua, dan masyarakat dapat berkontribusi dalam menciptakan budaya sekolah yang mendukung perkembangan peserta didik.

Menata situasi bukan hanya pekerjaan satu orang. Perubahan lingkungan sekolah membutuhkan kerja sama dan konsistensi.

Kesimpulan

7 Jurus BK Hebat merupakan program peningkatan kompetensi guru yang diperkenalkan Kemendikdasmen pada tahun 2025 untuk memperkuat pendampingan dan pengembangan murid melalui pendekatan bimbingan dan konseling.

Tujuh jurus tersebut terdiri atas:

  1. Kenali Potensi

  2. Kelola Emosi

  3. Tumbuhkan Resiliensi

  4. Jaga Konsistensi

  5. Jalin Koneksi

  6. Bangun Kolaborasi

  7. Menata Situasi

Ketujuh pendekatan tersebut saling berhubungan. Mengenali potensi membantu guru memahami kekuatan murid. Pengelolaan emosi membantu peserta didik menghadapi berbagai perasaan dan tekanan. Resiliensi membantu murid menghadapi tantangan. Konsistensi mendukung pembentukan kebiasaan positif. Koneksi membangun hubungan yang sehat. Kolaborasi mempertemukan berbagai pihak yang dapat mendukung perkembangan murid. Sementara itu, menata situasi membantu menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan menggembirakan.

Pada akhirnya, bimbingan dan konseling tidak hanya berfungsi ketika seorang murid menghadapi masalah. BK juga dapat menjadi bagian dari proses pendidikan yang membantu setiap peserta didik mengenali dirinya, mengembangkan potensi, membangun karakter, menghadapi tantangan, dan mempersiapkan masa depan.

Guru BK, guru kelas, guru mata pelajaran, kepala sekolah, orang tua, serta seluruh ekosistem pendidikan dapat mengambil peran sesuai tugas dan kewenangannya masing-masing.

Untuk mempelajari materi secara lebih lengkap, guru dapat mengakses Modul 7 Jurus BK Hebat dan materi pendukung yang tersedia pada laman resmi Direktorat Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus. (GTK Dikmenkes)

Referensi

Direktorat Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus – Program 7 Jurus BK Hebat

Kemendikdasmen – Bangun Karakter Murid melalui 7 Jurus BK Hebat

Direktorat Guru PMPK – Bimbingan Teknis Fasilitator Nasional Guru BK

Berbagi

Postingan Terkait

Posting Komentar

Konfirmasi Penutupan

Apakah anda yakin ingin menutup pemutaran video ini?