Skip to Content
Loading...
Admin
Admin
Online
Halo 👋
Ada yang bisa dibantu?

Pembagian rapor menjadi saat yang penuh makna bagi siswa, guru, dan orang tua. Di balik setiap nilai yang tertulis, tersimpan usaha, doa, ketekunan, serta perjuangan panjang selama mengikuti kegiatan belajar di sekolah.

Melalui puisi-puisi berikut, kebahagiaan menerima rapor, rasa terima kasih kepada guru, kenangan bersama teman, dan semangat memperbaiki diri dapat disampaikan dengan kata-kata sederhana yang menyentuh hati.

1. Rapor di Tanganku

Hari ini rapor kuterima,
Dengan hati penuh bahagia,
Di dalamnya tersimpan cerita,
Tentang perjuangan meraih cita-cita.

Angka-angka berbaris rapi,
Menjadi saksi usaha diri,
Ada yang tinggi menyenangkan hati,
Ada yang harus kuperbaiki lagi.

Guruku tersenyum penuh makna,
Memberi pesan dengan bijaksana,
Nilai bukan tujuan semata,
Namun jalan untuk terus berkarya.

Ayah dan ibu menunggu di rumah,
Menyambutku dengan wajah cerah,
Doa mereka menjadi arah,
Agar semangatku tidak menyerah.

Rapor ini kugenggam erat,
Sebagai pengingat untuk lebih giat,
Hari esok harus lebih hebat,
Dengan belajar penuh semangat.

2. Nilai dari Sebuah Perjuangan

Pagi demi pagi telah kulalui,
Membawa buku dan tekad di hati,
Meski pelajaran sulit dipahami,
Aku tetap mencoba setiap hari.

Tugas datang silih berganti,
Seperti ombak di luasnya samudra ini,
Namun aku belajar menata diri,
Agar tidak mudah berhenti.

Kini rapor telah dibagikan,
Memuat hasil sebuah perjalanan,
Bukan sekadar deretan penilaian,
Namun jejak usaha dan ketekunan.

Terima kasih, guru tersayang,
Engkau membimbing dengan kasih yang terang,
Saat pikiranku mulai bimbang,
Nasihatmu membuat semangat kembali datang.

Aku menerima hasil hari ini,
Dengan bersyukur sepenuh hati,
Kekurangan akan kuperbaiki,
Prestasi akan terus kutinggikan lagi.

3. Pesan di Balik Angka

Rapor terbuka di atas meja,
Angka-angka menyapa dengan ramahnya,
Masing-masing membawa cerita,
Tentang hari-hari belajar bersama.

Nilai tinggi membuatku senang,
Namun tidak boleh menjadi sombong,
Nilai rendah bukan penghalang,
Melainkan cambuk untuk terus berjuang.

Guru berkata dengan lembut,
Belajarlah tekun, jangan takut,
Ilmu tumbuh seperti rumput,
Jika dirawat, akarnya semakin kuat.

Ayah dan ibu memandang bangga,
Bukan hanya pada angka semata,
Mereka menghargai setiap usaha,
Yang kulakukan demi masa depan cerah.

Pesan rapor kusimpan di hati,
Menjadi lentera penerang diri,
Aku berjanji belajar lagi,
Agar menjadi lebih baik nanti.

4. Terima Kasih, Guruku

Hari pembagian rapor telah tiba,
Kami duduk dengan hati gembira,
Guruku hadir membawa cerita,
Tentang perjalanan belajar bersama.

Engkau mengajar dengan sabar,
Membimbing kami agar pintar,
Saat jawaban terasa sukar,
Engkau menuntun hingga menjadi benar.

Di balik nilai yang kuterima,
Ada jasamu yang begitu nyata,
Seperti cahaya di tengah gulita,
Engkau menerangi jalan cita-cita.

Maafkan kami yang kadang gaduh,
Membuat suasana kelas menjadi riuh,
Namun kasihmu tetap utuh,
Menjaga semangat agar tidak runtuh.

Terima kasih, guruku tercinta,
Atas ilmu dan nasihat berharga,
Rapor ini menjadi tanda,
Bahwa bimbinganmu tak pernah sia-sia.

5. Senyum Ayah dan Ibu

Rapor kubawa pulang perlahan,
Dengan hati penuh debaran,
Di depan rumah ada penantian,
Ayah dan ibu penuh harapan.

Mereka membuka setiap halaman,
Membaca nilai dan catatan,
Senyum mereka memberi kehangatan,
Seperti mentari di awal perjalanan.

Saat nilainya belum sempurna,
Mereka tidak marah ataupun kecewa,
Nasihat lembut menjadi cahaya,
Agar aku kembali berusaha.

Ayah bekerja tanpa mengenal lelah,
Ibu berdoa di setiap langkah,
Kasih mereka bagaikan rumah,
Tempat semangatku kembali merekah.

Aku berjanji di dalam hati,
Belajar lebih tekun setiap hari,
Agar senyum mereka tetap berseri,
Melihatku meraih mimpi nanti.

6. Hari Pembagian Rapor

Bel sekolah berbunyi pagi,
Mengajak kami berkumpul kembali,
Hari yang lama telah dinanti,
Pembagian rapor pun dimulai.

Teman-teman duduk berdekatan,
Menyimpan debar dalam senyuman,
Kami mengenang berbagai pelajaran,
Tugas, ulangan, dan perjuangan.

Satu per satu nama dipanggil,
Langkah terasa sedikit menggigil,
Namun guru tersenyum sambil berkata,
Teruslah belajar meraih cita-cita.

Rapor diterima dengan rasa syukur,
Atas usaha yang telah terukur,
Walau hasil belum seluruhnya sempurna,
Masih ada waktu untuk memperbaikinya.

Hari ini menjadi pelajaran,
Bahwa hasil lahir dari ketekunan,
Kami melangkah membawa harapan,
Menuju masa depan penuh kemungkinan.

7. Jangan Takut pada Nilai

Jangan takut membuka rapormu,
Setiap angka membawa ilmu,
Ada keberhasilan yang membanggakanmu,
Ada kekurangan yang menuntun langkahmu.

Nilai bukan akhir perjalanan,
Bukan pula batas kemampuan,
Ia hanyalah sebuah penilaian,
Untuk melihat arah perbaikan.

Jika hasilmu belum memuaskan,
Jangan biarkan hati kehilangan harapan,
Bangkitlah dengan keberanian,
Belajar lagi penuh kesungguhan.

Jika hasilmu terlihat baik,
Jangan berhenti untuk terus naik,
Tetaplah rendah hati dan bijak,
Sebab ilmu terbentang begitu banyak.

Terimalah rapor dengan bahagia,
Jadikan ia cermin untuk berkarya,
Dengan doa, tekad, dan usaha,
Mimpi indah akan menjadi nyata.

8. Catatan dari Wali Kelas

Di bawah angka ada catatan,
Ditulis guru penuh perhatian,
Bukan untuk memberi tekanan,
Namun sebagai bekal perbaikan.

Ada pesan agar lebih rajin,
Lebih teliti dan lebih disiplin,
Supaya langkah semakin yakin,
Mengarungi ilmu yang tak bertepi.

Tulisan itu sederhana saja,
Namun dalam tersimpan makna,
Guruku ingin kami semua,
Tumbuh menjadi anak berguna.

Kubaca pesannya berulang kali,
Lalu kusimpan di dalam hati,
Akan kubuktikan suatu hari,
Aku mampu memperbaiki diri.

Terima kasih, wali kelasku,
Engkau menjaga setiap langkahku,
Catatanmu menjadi penuntunku,
Menyambut masa depan yang baru.

9. Rapor Bukan Sekadar Kertas

Rapor bukan sekadar kertas,
Dengan angka berbaris jelas,
Ia menyimpan perjuangan keras,
Saat kami belajar di dalam kelas.

Ada pagi penuh semangat,
Ada tugas yang terasa berat,
Ada kesalahan yang membuat penat,
Namun kami terus mencoba dengan kuat.

Di setiap halaman tersimpan kisah,
Tentang langkah yang pernah lelah,
Namun tekad tidak mudah menyerah,
Hingga harapan kembali merekah.

Rapor mengajarkan kami memahami,
Kelebihan dan kekurangan diri,
Bukan untuk disesali,
Namun untuk diperbaiki kembali.

Kertas ini menjadi pengingat,
Agar kami terus belajar giat,
Menjadi anak cerdas dan hebat,
Serta berbudi baik kepada masyarakat.

10. Langkah Setelah Rapor

Rapor telah berada di tangan,
Namun belum selesai perjalanan,
Masih panjang jalan pendidikan,
Yang menunggu penuh tantangan.

Nilai baik akan kujaga,
Dengan belajar dan berdoa,
Nilai kurang akan kuupayakan,
Agar meningkat pada kesempatan mendatang.

Aku tidak ingin cepat puas,
Sebab ilmu terbentang begitu luas,
Seperti langit yang tanpa batas,
Mengajak pikiran terbang bebas.

Bersama guru dan teman-teman,
Akan kulanjutkan perjuangan,
Saling membantu dalam pelajaran,
Saling menguatkan dalam kesulitan.

Setelah rapor dibagikan,
Kususun kembali impian,
Dengan tekad dan keyakinan,
Aku melangkah menuju keberhasilan.

11. Janji untuk Semester Baru

Hari ini hasil telah diterima,
Menutup perjalanan penuh cerita,
Ada bahagia, ada kecewa,
Semua menjadi pelajaran berharga.

Aku menatap rapor di tangan,
Lalu mengingat setiap perjuangan,
Saat belajar menghadapi ulangan,
Dan menyelesaikan berbagai pekerjaan.

Semester baru akan datang,
Membawa jalan yang lebih panjang,
Aku tidak boleh berhenti berjuang,
Walau kesulitan datang menghadang.

Aku berjanji lebih disiplin,
Membaca buku dengan rajin,
Mengerjakan tugas dengan yakin,
Dan menjaga hati tetap jernih.

Dengan doa ayah dan ibu,
Serta bimbingan para guruku,
Aku akan membuka lembaran baru,
Mengejar cita-cita tanpa ragu.

Berbagi

Postingan Terkait

Posting Komentar

Konfirmasi Penutupan

Apakah anda yakin ingin menutup pemutaran video ini?