Skip to Content
Loading...
Admin
Admin
Online
Halo 👋
Ada yang bisa dibantu?

sdn4cirahab.sch.id - Kenaikan kelas menjadi salah satu momen yang paling dinantikan oleh siswa kelas 5 Sekolah Dasar. Setelah melewati hari-hari penuh pelajaran, tugas, ujian, dan berbagai pengalaman bersama, tibalah saatnya mensyukuri hasil perjuangan serta bersiap melangkah menuju kelas yang lebih tinggi.

Puisi kenaikan kelas 5 SD dapat menjadi ungkapan kebahagiaan, rasa terima kasih kepada guru, dan kenangan indah bersama teman-teman. Melalui kata-kata sederhana yang menyentuh hati, setiap siswa dapat mengenang ruang kelas lama sekaligus menyalakan semangat baru untuk belajar di kelas 6.

1. Langkah Menuju Kelas Enam

Pagi tumbuh di balik jendela,
Menyapa buku yang terbuka,
Kami belajar mengejar cita,
Walau lelah datang menyapa.

Papan tulis menyimpan cerita,
Tentang angka, kata, dan doa,
Guru menuntun dengan setia,
Menyalakan lampu dalam jiwa.

Bersama teman kami melangkah,
Kadang tertawa, kadang gelisah,
Kesalahan bukanlah masalah,
Ia menjadi jalan berbenah.

Kini kelas lima melambaikan tangan,
Seperti sahabat dalam perjalanan,
Kami pamit membawa kenangan,
Di dalam hati sepanjang zaman.

Kelas enam telah menanti,
Bagai mentari terbit kembali,
Kami melangkah dengan berani,
Belajar tekun meraih mimpi.

2. Selamat Tinggal Kelas Lima

Dinding kelas diam memandang,
Saat kami datang dan pulang,
Di sanalah harapan berkembang,
Seperti bunga di tanah lapang.

Bangku kayu menjadi saksi,
Kami menulis sepenuh hati,
Mengeja ilmu setiap hari,
Untuk bekal di masa nanti.

Suara guru lembut mengalun,
Bagai hujan di musim kemarau,
Nasihatnya tumbuh bertahun-tahun,
Menjadi arah saat kami ragu.

Hari ini waktu beranjak,
Membawa kami menuju pijak,
Kelas lama perlahan berjarak,
Namun kenangannya tetap melekat.

Selamat tinggal kelas lima,
Terima kasih atas semua,
Kami melangkah penuh percaya,
Menuju kelas enam yang bercahaya.

3. Hadiah dari Perjuangan

Banyak malam kami belajar,
Membaca buku dengan sabar,
Walau kantuk datang mengejar,
Semangat tetap menyala besar.

Soal sulit pernah menghadang,
Membuat pikiran hampir bimbang,
Namun tekad datang menyerang,
Mendorong kami terus berjuang.

Guru hadir membawa lentera,
Menerangi jalan penuh tanya,
Dengan sabar mengajar kami,
Hingga ilmu tumbuh di hati.

Kini hasil telah diterima,
Kenaikan kelas menjadi nyata,
Bukan sekadar angka semata,
Namun hadiah dari usaha.

Kami bersyukur kepada Tuhan,
Atas kekuatan dan kesempatan,
Semoga langkah di masa depan,
Dipenuhi ilmu dan kebaikan.

4. Kenangan di Bangku Kelas Lima

Di bangku ini kami bertemu,
Membawa cerita yang berbeda,
Lalu waktu merangkai rindu,
Menjadi persahabatan berharga.

Kami berbagi pensil warna,
Berbagi jawaban dan tawa,
Ketika sedih datang menyapa,
Teman hadir menguatkan jiwa.

Bel berbunyi setiap pagi,
Mengajak kami mengejar mimpi,
Pelajaran datang silih berganti,
Menanam harapan di dalam diri.

Kini bangku akan ditinggalkan,
Namun bukan untuk dilupakan,
Setiap goresan dan kenangan,
Akan tinggal dalam ingatan.

Kelas lima, terima kasih,
Telah mengajar arti berlatih,
Kami melangkah tanpa letih,
Menuju masa depan yang jernih.

5. Guru, Pelita Perjalanan

Guru datang membawa cahaya,
Saat pikiran dipenuhi tanya,
Beliau mengajar dengan setia,
Agar kami mengenal dunia.

Setiap kata menjadi benih,
Tumbuh perlahan, kuat, dan bersih,
Walau kami terkadang gaduh,
Kasih guru tak pernah rapuh.

Tangan beliau menunjukkan jalan,
Saat kami salah menentukan,
Nasihatnya menjadi pegangan,
Dalam belajar dan kehidupan.

Kini kami naik kelas,
Membawa semangat yang tak terbatas,
Semua berkat didikan ikhlas,
Yang membuat langkah semakin jelas.

Terima kasih, Guru tercinta,
Namamu tinggal di dalam jiwa,
Kami berjanji terus berusaha,
Menjadi anak berguna bagi bangsa.

6. Bersama Teman Mengejar Impian

Kita pernah duduk bersama,
Mendengarkan guru bercerita,
Menyusun mimpi di atas meja,
Dengan senyum penuh bahagia.

Saat pelajaran terasa sulit,
Kita saling membantu sedikit,
Seperti burung merawat sayap,
Agar mampu terbang lebih mantap.

Tawa kita memenuhi ruangan,
Menjadi lagu dalam kenangan,
Walau terkadang terjadi perselisihan,
Maaf menyatukan persahabatan.

Kini waktu mengajak maju,
Meninggalkan kelas yang dahulu,
Namun kisah tentang aku dan kamu,
Tak akan hilang ditelan waktu.

Mari melangkah menuju kelas enam,
Dengan tekad yang semakin dalam,
Mengejar ilmu siang dan malam,
Hingga mimpi dapat digenggam.

7. Pintu Kelas Baru

Di ujung lorong ada pintu,
Seakan memanggil langkahku,
Di baliknya menunggu ilmu,
Dan perjalanan yang serba baru.

Aku datang membawa harapan,
Juga bekal dari pengalaman,
Kesalahan menjadi pelajaran,
Keberhasilan menjadi kekuatan.

Kelas lama tersenyum lembut,
Melepas kami dengan semangat,
Seolah berbisik tanpa suara,
“Teruslah tumbuh mengejar cita.”

Tak perlu takut menghadapi hari,
Selama tekad tinggal di hati,
Setiap kesulitan yang ditemui,
Akan membuat diri lebih berani.

Pintu kelas baru telah terbuka,
Kusambut dengan hati gembira,
Kelas enam menanti di sana,
Tempat menanam mimpi berikutnya.

8. Raporku Bercerita

Raporku terbuka di atas meja,
Membawa kabar penuh makna,
Setiap angka yang tertulis di sana,
Menyimpan jejak kerja dan doa.

Ada nilai yang membanggakan,
Ada pula yang perlu ditingkatkan,
Semuanya menjadi pelajaran,
Untuk menyusun langkah ke depan.

Ayah dan ibu tersenyum haru,
Melihat usahaku sepanjang waktu,
Mereka berpesan kepadaku,
“Jangan lelah mencari ilmu.”

Guru pun memberi nasihat,
Agar semangat tumbuh lebih kuat,
Naik kelas bukan akhir tekad,
Namun awal perjalanan hebat.

Raporku bukan sekadar angka,
Ia cermin usaha yang nyata,
Kujadikan bekal menuju cita,
Dengan rendah hati dan percaya.

9. Hari Kenaikan Kelas

Mentari pagi tampak berseri,
Seperti ikut bergembira hari ini,
Kami berkumpul sepenuh hati,
Menanti kabar yang dinanti.

Nama-nama mulai dibacakan,
Rasa tegang memenuhi ruangan,
Lalu senyum segera bermekaran,
Saat kenaikan kelas diumumkan.

Teman-teman saling berjabat,
Mengucapkan syukur dengan hangat,
Perjuangan yang terasa berat,
Kini berbuah hasil yang nikmat.

Di sudut kelas kenangan berbisik,
Tentang hari-hari yang telah terukir,
Walau perpisahan terasa sedikit sedih,
Harapan baru tumbuh lebih jernih.

Hari ini kami naik kelas,
Membawa mimpi yang semakin luas,
Kami berjanji belajar keras,
Agar masa depan bersinar jelas.

10. Jejak Ilmu di Kelas Lima

Setiap pagi kami melangkah,
Membawa buku di dalam tas,
Walau jalan terkadang susah,
Kami belajar tanpa menyerah.

Huruf dan angka menjadi teman,
Mengajak pikiran berpetualang,
Ilmu tumbuh seperti tanaman,
Disiram tekun siang dan petang.

Guru menanam banyak pesan,
Tentang jujur dan kedisiplinan,
Bukan hanya mengejar nilai,
Namun menjadi anak yang baik.

Kini jejak itu kami bawa,
Menuju tingkat yang berbeda,
Kelas lima tinggal cerita,
Namun ilmunya terus menyala.

Kami akan terus berjalan,
Menghadapi setiap tantangan,
Dengan belajar dan ketekunan,
Kami mendekat kepada impian.

11. Aku Siap Menjadi Siswa Kelas Enam

Kemarin aku masih belajar,
Di kelas lima dengan sabar,
Menghadapi soal yang berputar,
Dan tugas yang datang mengejar.

Kini waktu membuka jalan,
Menuju tingkat penuh tantangan,
Kelas enam di depan pandangan,
Memanggilku melanjutkan perjalanan.

Aku membawa doa orang tua,
Nasihat guru yang penuh makna,
Juga kenangan bersama sahabat,
Yang membuat semangatku kuat.

Aku tahu jalan tak selalu mudah,
Kadang lelah membuatku resah,
Namun aku tak akan menyerah,
Karena ilmu adalah arah.

Aku siap menjadi lebih dewasa,
Belajar rajin sepanjang masa,
Dengan tekad dan hati percaya,
Kuraih masa depan penuh cahaya.

Berbagi

Postingan Terkait

Posting Komentar

Konfirmasi Penutupan

Apakah anda yakin ingin menutup pemutaran video ini?